Kalkulator diskon

Cari harga jual, jumlah hemat, atau harga aslinya.

Masukkan harga asli dan persentase diskon.

0Kamu hemat
0Harga jual

Cara menghitung diskon

  1. Pilih tunggal, bertingkat, atau kebalikan.
  2. Ketik harga dan persentase diskon.
  3. Baca jumlah hemat dan harga hasilnya.

Perhitungan di balik tiap mode

  • Diskon tunggal: harga jual = harga x (1 - diskon / 100). Diskon 30% dari Rp 150.000 adalah 150.000 x 0,7 = Rp 105.000.
  • Diskon bertingkat: harga jual = harga x (1 - diskon1 / 100) x (1 - diskon2 / 100). Diskon 15% lalu 10% dari Rp 800.000 adalah 800.000 x 0,85 x 0,9 = Rp 612.000.
  • Kebalikan: harga asli = harga jual / (1 - diskon / 100). Harga jual Rp 240.000 dengan diskon 25% berasal dari 240.000 / 0,75 = Rp 320.000.

Diskon bertingkat vs menjumlahkan persentase

Diskon kedua selalu berlaku ke harga yang sudah lebih rendah, jadi gabungan diskon menghemat lebih sedikit daripada kedua persentase dijumlahkan. Dalam mode bertingkat, kalkulator menampilkan diskon tunggal yang setara dengan gabungan itu.

DiskonDijumlahkanDiskon sebenarnyaHarga barang Rp 1.000.000
20% lalu 10%30%28%Rp 720.000
15% lalu 10%25%23,5%Rp 765.000
25% lalu 25%50%43,75%Rp 562.500
30% lalu 20%50%44%Rp 560.000
50% lalu 20%70%60%Rp 400.000

Selisihnya makin besar seiring besarnya diskon. Promo "diskon 50%, plus tambahan 20%" cuma memotong 60% secara total, bukan 70%.

Menghitung mundur ke harga asli

Harga jual adalah harga asli dikali sisa setelah diskon. Bagi dengan sisa itu untuk membatalkannya. Kalau kamu bayar Rp 420.000 dengan diskon 30%, harga aslinya 420.000 / 0,7 = Rp 600.000, jadi kamu hemat Rp 180.000. Barang Rp 900.000 yang ditandai diskon 40% aslinya 900.000 / 0,6 = Rp 1.500.000.

Menjumlahkan persentasenya kembali tidak berhasil. Rp 420.000 ditambah 30% adalah Rp 546.000, bukan Rp 600.000, karena 30% itu diambil dari harga asli yang lebih besar. Mode kebalikan juga mengharapkan harga yang kamu bayar, bukan jumlah yang kamu hemat.

FAQ Kalkulator diskon

Berapa diskon 25% dari Rp 320.000?

Diskon 25% dari Rp 320.000 menghemat Rp 80.000, jadi harga jualnya Rp 240.000.

Bagaimana cara kerja diskon bertingkat?

Tiap diskon berlaku ke harga yang tersisa setelah diskon sebelumnya. Barang Rp 500.000 dengan diskon 20%, lalu tambahan 10%, berakhir di Rp 360.000, bukan Rp 350.000, diskon efektif 28%.

Bagaimana cara mencari harga asli dari harga jual?

Pakai mode kebalikan. Harga jual Rp 240.000 setelah diskon 25% berarti harga aslinya Rp 320.000, karena 240.000 dibagi 0,75 sama dengan 320.000.

Kenapa gabungan 20% dan 10% tidak sama dengan diskon 30%?

Diskon kedua berlaku ke harga yang sudah berkurang, jadi hematnya selalu sedikit lebih kecil daripada menjumlahkan kedua persentase itu.

Berapa diskon 30% dari Rp 150.000?

Diskon 30% dari Rp 150.000 menghemat Rp 45.000, jadi harga jualnya Rp 105.000.

Barang Rp 800.000 didiskon 15%, lalu tambahan 10%. Jadi berapa?

Harganya berakhir di Rp 612.000, diskon efektif 23,5%, bukan 25%. Tiap diskon berlaku ke sisa harga setelah diskon sebelumnya.

Apakah urutan diskon bertingkat berpengaruh?

Tidak. 20% lalu 10%, atau 10% lalu 20%, sama-sama menyisakan 72% dari harga, karena kedua pengalinya, 0,8 dan 0,9, menghasilkan angka yang sama di urutan mana pun.

Bisakah aku menerapkan lebih dari dua diskon berturut-turut?

Alat ini menggabungkan dua diskon sekaligus. Untuk diskon ketiga, ambil harga jual yang diberikan alat ini lalu masukkan lagi ke mode tunggal dengan persentase ketiga.

Alat terkait